|   Indonesia
Latest News


Tuesday, 31 October 2017
KONEKTIVITAS LOGISTIK MASYARAKAT PEGUNUNGAN PAPUA MELALUI JEMBATAN UDARA, DI MULAI
JAKARTA - Penerbangan angkutan udara perintis kargo atau yang biasa disebut Jembatan Udara untuk wilayah Papua mulai beroperasi. Hal ini ditandai dengan penerbangan perdana Angkutan Udara Perintis Kargo Korwil Dekai dari Bandara UPBU Nop Goliat- Dekai menuju Korupun pada Kamis, 26 Oktober 2017 lalu.

Penerbangan dari Dekai tersebut diberangkatkan pada pukul 09.39 WIT dengan pesawat type Caravan C208 yang dioperasikan maskapai Dimonim Air.

Proses keberangkatan penerbangan perdana Jembatan Udara disaksikan oleh Bupati Yahukimo, Kepala Otoritas Bandara Wilayah X Merauke, Kepala Dinas Perindakop dan Kepala Dinas Perhubungan Yahukimo serta Anggota DPRD Kab Yahukimo. Adapun Barang-barang yang diangkut adalah sembako, seperti Beras, Mie Instan dan Minyak Goreng.

"Alhamdulillah akhirnya penerbangan perdana Jembatan Udara berhasil dilaksanakan dengan selamat dan sukses. Semoga hal ini bisa memperlancar aliran logistik ke daerah-daerah pedalaman Papua, " ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso.

Hal ini juga sesuai dengan komitmen Menteri Perhubungan untuk mengurangi disparitas harga serta mendukung kerlancaran penyaluran logistik di pedalaman Papua.

Agus berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu sehingga penerbangan perdana Jembatan Udara tersebut berjalan dengan selamat dan lancar. Pihak-pihak yang telah membantu di antaranya adalah Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Dekai, Kementerian Perdagangan, Pemerintah Daerah setempat dan jajaranya, AirNav selaku pengelola navigasi penerbangan, Demonim selaku operator penerbangan dan beberapa pihak lain.

Agus juga berharap, dengan lancarnya aliran logistik nantinya akan membuat harga-harga kebutuhan pokok di daerah perintis yang dituju menjadi turun, sama seperti daerah lain yang sudah terbuka. Dengan demikian perekonomian akan meningkat dan taraf hidup masyarakat di daerah tertinggal dan terpencil tersebut juga ikut naik.

Agus melanjutkan bahwa, "Ditjen Perhubungan Udara akan memberikan pengawasan dan dukungan penuh dengan pemberian subsidi terhadap program kegiatan ini sehingga bisa terlaksana dengan kontinyu dan bisa dikembangkan di daerah-daerah lain. Setelah Papua, program jembatan udara akan dilanjutkan di beberapa daerah di Sulawesi dan Kalimantan."

Program Jembatan Udara merupakan perintah Presiden Joko Widodo melalui Menteri Perhubungan pada akhir tahun 2016 lalu. Jembatan Udara juga dapat dilakukan sebagai kelanjutan dari Tol Laut, di mana barang-barang yang telah diangkut oleh kapal dalam Tol Laut akan dilanjutkan ke daerah-daerah tujuan tertinggal dan terpencil menggunakan pesawat udara.

Program Jembatan Udara merupakan perwujudan program Nawacita Pemerintahan Joko Widodo. Terutama Nawacita ke-3 yaitu Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Serta Nawacita ke-7 yaitu Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. (HUMAS)
Other News
Friday, 23 November 2018
Menhub Beberkan Penanganan Kecelakaan Pesawat Lion Air PK-LQP JT610 Kepada Komisi V DPR RI
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama dengan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), ... more
Saturday, 17 November 2018
Menhub Apresiasi Maskapai Yang Akan Segera Melayani Penerbangan Dari Jakarta Ke Bandara Samarinda
JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi adanya maskapai penerbangan yang akan segera beroperasi melayani penerbangan dari ... more
Thursday, 9 August 2018
PELAYANAN PENERBANGAN DI MALANG DAN BANYUWANGI TETAP BEROPERASI NORMAL PASCA GEMPA MALANG
Jakarta - Pasca gempa bumi berkekuatan 5,2 SR pada Rabu (08/08) siang yang mengguncang Barat Daya Kabupaten Malang Bandara Malang dan Banyuwangi ... more