|   English
Informasi Terkini


Selasa, 20 Januari 2009
SOSIALISASI UNDANG-UNDANG NO.1 TAHUN 2009 TENTANG PENERBANGAN
RUU Penerbangan sebagai pengganti UU No.15 tahun 1994 Tentang Penerbangan yang disahkan dalam sidang paripurna DPR-RI tanggal 17 Desember 2008 telah ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 12 Januari 2009 dengan Nomor UU No. 1 Tahun 2009, UU tersebut terdiri dari 24 bab dan 466 pasal.

Sosialisasi UU Nomor 1 Tahun 2008 dilaksanakan di Ruang Mataram Departemen Perhubungan pada tanggal 19 Januari 2009 mulai pukul 19.00 WIB dihadiri oleh Menteri Perhubungan dan Para Pejabat Eselon 1 dilingkungan Departemen Perhubungan, Dirjen Perhubungan Udara dan jajaran, lebih dari 100 Undangan dari Maskapai Penerbangan Berjadual dan tidak berjadual serta organisasi bidang penerbangan.

Acara dimulai dengan sambutan ketua penitia penyelenggara, Bapak Tri S. Sunoko yang juga menjabat sebagai Direktur Angkutan Udara, dalam sambutannya ditegaskan acara ini adalah ajang silaturrahmi mengakhiri tahun 2008 dan awal dimulainya sosialisasi Undang-Undang Penerbangan kepada pemangku kepentingan penerbangan agar pemengku kepentingan penerbangan di Indonesia dapat menyesuaikan diri dengan diberlakukannya Undang-Undang tersebut.

Menteri Perhubungan, Jusman Syafei Djamal kemudian secara resmi membuka acara ini, dalam pidato Menteri Perhubungan menyatakan ini adalah sebagai tindak lanjut pemberlakuan Undang-Undang Penerbangan Nomor 1 Tahun 2009 yang telah disetujui DPR-RI tanggal 17 Desember 2008 dan telah ditandatangani Presiden tanggal 12 Januari 2008.

Menteri Perhubungan menegaskan bahwa diberlakukannya Undang-Undang ini bukanlah ditujukan untuk Departemen Perhubungan tapi Undang-Undang ini adalah Undang-Undang Republik Indonesia yang merupakan perwujudan kerjasama antara seluruh masyarakat penerbangan Indonesia.

Atas nama Pemerintah, Menteri Perhubungan mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang besar atas kerja keras semua elemen terkait dalam menyelesaikan atau melahirkan Undang-Undang Penerbangan ini.

Undang-Undang ini adalah penyempurnaan dari Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1992 dan telah banyak hal-hal, prinsip-prinsip dan norma hukum yang maju dan berkembang yang telah dimuat antara lain mengenai:
- Peran serta swasta yang lebih besar dalam transportasi udara
- Otonomi daerah
- Kemajuan teknologi penerbangan
- Pemisahan operator dan regulator pengelola bandara
- Perkembangan angkutan multi moda
- Penciptaan kompetisi yang sehat
- Transparansi dan akuntabilitas.

Acara dilanjutkan dengan acara inti sosialisasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 yang dipaparkan oleh Dirjen Perhubungan Udara, Bapak Budhi M. Suyitno tentang isi dan substansi bab-bab dan pasal-pasal dalam Undang-Undang tersebut.

Selanjutnya Ketua INACA dan Direktur Merpati Nusantara Airlines memaparkan kilas balik penerbangan Indonesia 2008 dan prediksi 2009 antara lain banyak isu yang dihadapi dunia penerbangan kita mulai dari dampak krisis global, lemahnya nilai tukar Rupiah serta melambungnya harga minyak dunia dan dampaknya terhadap penerbangan nasional.
Informasi Lain
Kamis, 3 April 2014
DOKUMEN TENDER TIGA BANDARA DISIAPKAN
Dokumen tender prakualifikasi untuk 3 (tiga) dari 10 bandara yang saat ini masih dikelola Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Udara dan ... selengkapnya
Rabu, 2 April 2014
KAPASITAS DAN KUALITAS BANDARA DI INDONESIA PERLU DITINGKATKAN
Bandar udara yang ada di Indonesia perlu ditingkatkan kapasitas dan kualitasnya terutama dalam menghadapi kebijakan Asean Open Sky yang akan ... selengkapnya
Rabu, 2 April 2014
LIMA TAHUN KE DEPAN, INDONESIA MILIKI 299 BANDARA
Indonesia dalam lima tahun ke depan akan miliki 299 bandara, artinya akan ada penambahan 62 bandara baru yang akan dibangun dalam kurun waktu lima ... selengkapnya