|   English
Informasi Terkini


Kamis, 28 September 2017
INDONESIA BERTEKAD PERTAHANKAN DAN TINGKATKAN CAPAIAN KEAMANAN PENERBANGAN DALAM AUDIT USAP ICAO
JAKARTA - Otoritas penerbangan sipil  Indonesia dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bertekat mempertahankan dan meningkatkan keamanan penerbangan nasional dalam audit program keamanan penerbangan  universal (Universal Security Audit Programme/ USAP) yang saat ini tengah dilakukan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization /ICAO). ICAO  melakukan audit mulai hari Senin (25 September ) sampai dengan Selasa (3 Oktober 2017). Sebelumnya, ICAO telah melaksanakan audit USAP pada 29 Oktober - 5 November 2015 dua tahun lalu.

"Pada audit tahun 2015 lalu, kita mendapatkan hasil yang sangat baik yaitu mencapai 94,92 persen comply. Pada audit tahun ini kita berupaya bisa mendapatkan nilai lebih baik lagi," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso.

Agus optimis dapat nilai baik karena beberapa persiapan dan perbaikan terkait keamanan penerbangan yang sudah dilakukan Indonesia, serta membuat bangunan airport baru seperti T3 Bandara Soetta yang dua tahun lalu belum masuk audit krn belum beroperasi saat itu, kini menjalani audit terhadap keamanan atau Safety for Airport. Walaupun secara keindahan T3 ini bagus namun audit internasional terhadap keamanan atau Security Bandaranya baru dilakukan sekarang. Agus menambahkan bahwa bagi operator bandar udara silakan berlomba membuat beautifikasi terminal, parkir dan sebagainya karena hal itu merupakan pelayanan kepada penumpang, namun tetap harus menjaga faktor keamanan atau security sebuah airport yang dipersyaratkan.

Menurutnya, keamanan penerbangan sama  dengan keselamatan penerbangan adalah hal yang tidak bisa dikompromikan. Keamanan penerbangan harus dilakukan sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku di dunia penerbangan internasional. Semua pemangku kepentingan dalam penerbangan seperti misalnya pengelola bandara, maskapai penerbangan dan masyarakat penumpang harus menjalankan standar dan prosedur keamanan penerbangan tersebut dengan baik, benar dan konsisten.

Untuk itulah Agus menyambut baik dilakukannya audit USAP ICAO ini. Karena bisa memberikan penilaian yang baik dan benar serta berakreditasi internasional  terhadap keamanan penerbangan Indonesia. Dengan hasil audit yang baik berarti juga akan semakin memantapkan keamanan penerbangan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju. Di sisi lain hasil audit yang baik juga bisa menjadi promosi positif Indonesia ke dunia Internasional. Silakan bepergian dengan moda udara di Indonesia, kami akan jaga keselamatan penerbangan anda.

Beberapa persiapan dan perbaikan yang telah dilakukan Indonesia di antaranya adalah melakukan Rapat Koordinasi dengan Direktorat Keamanan Penerbangan, Ditjen Imigrasi, POLRI,  Ditjen Bea dan Cukai, dan Bandar Udara terkait tanggapan Protocol Question (PQ) dan USAP CMA State Aviation Security Activity Questionnaire (SASAAQ).

Membuat tanggapan USAP CMA Protocol Question (PQ) terkait dengan Imigrasi , POLRI dan Bea dan Cukai.

Menanggapi USAP CMA State Aviation Security Activity Questionnaire (SASAAQ) terkait dengan Ditjen Imigrasi,Ditjen Bea dan Cukai, POLRI dan Ditjen Perhubungan Udara.

Mengumpulkan hasil laporan rapat koordinasi fasilitasi (FAL) di 28 Bandar Udara Internasional

Serta mengadakan Pelatihan/Workshop sesuai dengan amanat dari Annex 9 Facilitation

"Selain itu, apa yang menjadi temuan audit USAP pada tahun 2015 lalu juga sudah kani tindak lanjuti. Seperti misalnya menindaklanjuti Corrective Action Plan (CAPs) Area FAL dengan menyampaikan bukti pelaksanaan CAPs ke Direktorat Keamanan Penerbangan Ditjen Hubud. Serta menyampaikan CAPs dan evidence kepada ICAO," lanjut Agus.

USAP adalah audit keamanan penerbangan  yang dilakukan pada anggota ICAO. Tujuan audit ini untuk menilai performa keamanan penerbangan di
Indonesia dengan menitikberatkan pada pemenuhan dan pengawasan serta review terhadap regulasi, kebijakan, program, dokumen dan record pengawasan keamanan penerbangan di tingkat nasional.

Lingkup audit untuk Indonesia adalah terkait pelaksanaan dan pengawasan Annex 17 (Security Standards) serta Annex 9 (Facilitation to the Convention on International Civil Aviation).

Untuk hal tersebut, tim ICAO akan terjun dan melihat langsung pelaksanaan keamanan penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (HUMAS)
Informasi Lain
Kamis, 9 Agustus 2018
PELAYANAN PENERBANGAN DI MALANG DAN BANYUWANGI TETAP BEROPERASI NORMAL PASCA GEMPA MALANG
Jakarta - Pasca gempa bumi berkekuatan 5,2 SR pada Rabu (08/08) siang yang mengguncang Barat Daya Kabupaten Malang Bandara Malang dan Banyuwangi ... selengkapnya
Selasa, 7 Agustus 2018
CEGAH NARKOBA, DITJEN HUBUD SOSIALISASIKAN PERANG LAWAN NARKOBA PADA PERSONIL PENERBANGAN
Cengkareng - Dalam rangka pencegahan penyalahgunaan narkoba pada sektor penerbangan, Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara, M. ... selengkapnya
Minggu, 5 Agustus 2018
PENERBANGAN DI BALI DAN NTB TETAP NORMAL PASCA GEMPA DI LOMBOK UTARA
Jakarta - Pasca gempa di Lombok Utara berkekuatan Mag 7.0 SR pada hari ini pukul 19:46:35 WITA, sektor penerbangan di Bali dan Nusa Tenggara Barat ... selengkapnya