|   English
Informasi Terkini


Kamis, 1 Maret 2018
DEMI KEAMANAN DAN KESELAMATAN PENERBANGAN, DITJEN HUBUD PASTIKAN PENGAWASAN DANGEROUS GOOD DI KABIN PESAWAT DILAKUKAN SESUAI ATURAN YANG BERLAKU
(Jakarta, 01/ 03/ 2018) Personil keamanan penerbangan harus melakukan pengawasan terkait barang berbahaya yang diperbolehkan (Permitted Dangerous Goods) atau tidak diperbolehkan (Not Permitted Dangerous Good) di kabin pesawat sesuai dengan aturan-aturan keamanan penerbangan internasional dan nasional. Semua barang berbahaya yang tidak diperbolehkan masuk kabin pesawat harus ditolak sejak mulai pemeriksaan penumpang dan bagasi kabinnya di bandara.

Untuk itu personil keamanan penerbangan (aviation security/ avsec) harus memahami aturan yang berlaku terkait di dangerous good di kabin dan harus mengimplementasikannya di lapangan dengan cermat dan tegas tetapi tetap dengan sikap simpatik.

Di sisi lain,  para penumpang dan masyarakat yang memakai jasa bandara juga harus mematuhi aturan yang dilaksanakan oleh personil avsec tersebut. Untuk itu pengelola bandara harus memberi informasi yang benar dan jelas kepada penumpang dan masyarakat tersebut sehingga tidak terjadi miskomunikasi di lapangan.

"Keamanan dan keselamatan penerbangan itu saling berkaitan karena keamanan di darat sangat mempengaruhi keselamatan penerbangan. Untuk itu keamanan penerbangan juga harus diperketat baik dari sisi penumpang maupun kargo sejak dari bandara. Avsec harus memahami aturan yang berlaku dan memberlakukannya di lapangan dengan baik, tegas dan cermat namun juga harus tetap simpatik," demikian ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso hari ini di Jakarta.

Sebagai regulator penerbangan, Agus menyatakan tidak akan segan-segan mencabut lisensi avsec dan izin pengelolaan bandar udara jika tidak melaksanakan peraturan keamanan penerbangan tersebut. Di sisi lain, pihaknya juga akan memberikan penghargaan terhadap petugas avsec yang berhasil dalam melaksanakan tugas terkait keamanan penerbangan.

Aturan terkait keamanan penerbangan dan dangerous good internasional di antaranya adalah Annex 17 doc 8973 dan Annex 18 dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan the 58th Edition of the IATA Dangerous Goods
Regulations (DGR) dari Asosiasi Maskapai Penerbangan Sipil Internasional (IATA). Aturan tersebut diturunkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan no. PM 80 tahun 2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Sipil Nasional (PKPN).

"Isi dalam peraturan tersebut di antaranya terkait dengan korek api dan pengisi daya mandiri (powerbank) yang dibawa dalam pesawat. Ada korek api dan powerbank yang boleh dibawa dan ada yang tidak. Jadi semua peraturan  harus dimengerti oleh petugas dan masyarakat," lanjut Agus.

Agus mencontohkan, sesuai Lampiran II C PM 80 Tahun 2017, satu korek api kecil atau satu korek api gas yang melekat pada setiap orang (misalnya di saku pakaian) yang tidak mengandung bahan bakar cair yang tidak terserap, diperbolehkan dibawa penumpang dalam kabin. Namun korek api batang dan gas tersebut tidak diizinkan jika ditaruh di dalam bagasi kabin atau bagasi tercatat.

Adapun yang sama sekali tidak diizinkan untuk diangkut dalam kabin adalah bahan bakar dan bahan isi ulang korek api gas. Terkait aturan tersebut, penggunaan korek api atau api (misalnya untuk merokok) di apron bandara dan di dalam pesawat juga sama sekali tidak diperbolehkan.

Sementara itu aturan terkait powerbank dikeluarkan oleh IATA. Asosiasi maskapai internasional tersebut  menyatakan bahwa powerbank yang mempunyai kapasitas di bawah 100Wh dapat dibawa dalam bagasi kabin. Sedangkan   powerbank  berkapasitas 100Wh- 160Wh harus melalui  persetujuan  maskapai yang bersangkutan. Dan  powerbank dengan kapasitas lebih dari 160Wh sama sekali dilarang  dalam penerbangan.

Kapasitas 100Wh jika dikonversi dalam mAh (biasa tertulis dalam kemasan powerbank) adalah sebesar 27.000mAh. Jadi powerbank yang bisa dibawa bwbas ke dalam kabin adalah yang berkapasitas di bawah 27.000mAh dengan voltase 3.6V – 3.85V. (HUMAS)
Informasi Lain
Jum'at, 23 Nopember 2018
Menhub Beberkan Penanganan Kecelakaan Pesawat Lion Air PK-LQP JT610 Kepada Komisi V DPR RI
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama dengan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), ... selengkapnya
Sabtu, 17 Nopember 2018
Menhub Apresiasi Maskapai Yang Akan Segera Melayani Penerbangan Dari Jakarta Ke Bandara Samarinda
JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi adanya maskapai penerbangan yang akan segera beroperasi melayani penerbangan dari ... selengkapnya
Kamis, 9 Agustus 2018
PELAYANAN PENERBANGAN DI MALANG DAN BANYUWANGI TETAP BEROPERASI NORMAL PASCA GEMPA MALANG
Jakarta - Pasca gempa bumi berkekuatan 5,2 SR pada Rabu (08/08) siang yang mengguncang Barat Daya Kabupaten Malang Bandara Malang dan Banyuwangi ... selengkapnya