|   English
Informasi Terkini


Senin, 5 Maret 2018
PENERBANGAN BERKEMBANG PESAT, LAPANGAN KERJA LULUSAN VOKASI TERBUKA LEBAR
(Jakarta, 05/03/2018) Seiring dengan semakin berkembangnya sektor Perhubungan Udara atau penerbangan di tanah air, jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan juga ikut meningkat. Hal ini karena sumber daya manusia yang mumpuni secara spesialis dan berkualitas merupakan kunci dari terselenggaranya keselamatan, keamanan dan kenyamanan pengguna jasa transportasi udara. Untuk mencapai hal tersebut, salah satu yang harus diperhatikan selain kualitas  adalah  kuantitas atau jumlah dari sumber daya manusia yang harus diseimbangkan secara proporsional dengan beban kerja yang ada. Jadi dengan berkembangnya industri penerbangan di tanah air, bisa dipastikan juga akan membutuhkan personil yang lebih banyak sehingga lapangan kerja untuk sektor ini juga terbuka lebar.

“Perkembangan sektor penerbangan nasional memang cukup membanggakan karena dampak lanjutan dari banyaknya penumpang  adalah banyaknya pesawat terbang, banyaknya bandar udara, banyaknya rute penerbangan, juga banyaknya operasi penerbangan akan membuka lapangan kerja yang lebih lebar di operator maupun regulator. Hal ini sesuai dengan program Pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini untuk mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatkan perekonomian masyarakat melalui intensifikasi pendidikan vokasi yang spesialist dan langsung berorientasi pada keahlian kerja,” ujar Dirjen  Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso hari ini di Jakarta.

Terkait dengan kuantitas personil di bidang penerbangan ini, menurut Agus harus dilakukan manajemen yang baik. Terutama terkait dengan perekrutan personil baru mengingat setiap tahun selalu ada personil yang pensiun atau berhenti dari bidang penerbangan dan beralih ke bidang lain. Perekrutan personil baru harus diseimbangkan dengan beban kerja yang ada saat ini maupun beban kerja untuk pengembangan ke depan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebagai salah satu bagian dari sektor penerbangan nasional yang saat ini sedang berkembang pesat, juga membutuhkan kuantitas dan kualitas personil yang cukup dan seimbang dengan beban kerja tersebut. Dari analisa beban kerja yang dilakukan oleh Ditjen Perhubungan Udara, dalam 5 tahun ke depan Ditjen Perhubungan Udara  membutuhkan tambahan 10.585 personil. Terdiri dari personil dengan kualifikasi pendidikan umum sebanyak 7.949 orang. Untuk di tahun 2018 ini saja, Ditjen Perhubungan Udara memerlukan tambahan 3.723 personil yang terdiri dari 3.048 orang.

Yang dimaksud pendidikan di bawah Kementerian Perhubungan adalah sekolah-sekolah khusus vokasi penerbangan yang didirikan oleh Kementerian Perhubungan. Sedangkan pendidikan umum adalah pendidikan yang dilaksanakan tidak di bawah Kementerian Perhubungan yang terdiri dari vokasi dan umum.

Personil yang butuh penambahan di antaranya adalah  untuk jabatan administrasi, jabatan operasional dan jabatan inspektor penerbangan yang terdiri dari inspektor navigasi penerbangan, inspektor angkutan udara, inspektor keamanan penerbangan, inspektor kelaikudaraan dan pengoperasian pesawat udara (KPPU) serta  inspektor bandar udara yang berbasis keahlian khusus vokasi.

Menurut Agus, kebutuhan penambahan personil di Ditjen Perhubungan Udara yang sangat besar itu dikarenakan lembaganya juga besar. Saat ini, Ditjen Perhubungan Udara mempunyai 5 Direktorat, 10 kantor Otoritas Bandar Udara (OBU), 151 kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) serta Balai-Balai Penerbangan yang tersebar di Indonesia.

“Ditjen Perhubungan Udara itu mempunyai fungsi melaksanakan pengaturan, pengendalian dan pengawasan penerbangan. Selain itu juga melaksanakan kegiatan keselamatan dan keamanan penerbangan pada bandar udara, melaksanakan pelayanan jasa kebandarudaraan dan jasa terkait bandar udara serta melaksanakan kegiatan ketertiban penerbangan pada bandar udara. Jadi kalau sektor penerbangan yang diawasinya berkembang, kami sebagai pengawas juga harus turut berkembang. Dengan demikian pengawasan, pengaturan dan pengendalian yang kami lakukan tetap bisa berjalan dengan baik dan kontinyu sesuai aturan yang berlaku,” ujar Agus lagi.

Selain itu, alasan lain terkait kebutuhan sumber daya manusia yang besar di Ditjen Perhubungan Udara adalah untuk pengembangan ke depan baik itu sektor penerbangan maupun sektor terkait lainnya.

Pengembangan tersebut di antaranya adalah dilakukannya pembangunan infrastruktur prasarana dan sarana transportasi udara; pemerataan pembangunan di wilayah yang belum berkembang seperti kawasan timur Indonesia, wilayah perbatasan, dan daerah terpencil; perkembangan dalam organisasi di lingkungan Ditjen Perhubungan Udara seperti rencana pembentukan/ penambahan kantor Otoritas Bandar Udara baru, rencana peningkatan kelas satuan pelayanan bandar udara (satpel) menjadi UPBU dan kenaikan kelas bandara; rencana pengelolaan bandar udara  secara mandiri dan kerjasama dengan BUMN / swasta; serta pengembangan program pariwisata nasional.

“Dengan personil penerbangan yang kuantitas dan kualitasnya mumpuni serta kredibel di bidangnya, maka pengaturan, pengendalian dan pengawasan sektor penebangan nasional saat ini dan pengembangan ke depannya juga akan baik. Dampaknya adalah keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan juga akan terpelihara dengan baik. Dan kepercayaan dunia internasional juga akan naik sehingga arus investasi dan wisatawan yang berkunjung ke Indonesia juga bertambah. Pada akhirnya, perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat,” pungkas Agus. (HUMAS)
Informasi Lain
Jum'at, 23 Nopember 2018
Menhub Beberkan Penanganan Kecelakaan Pesawat Lion Air PK-LQP JT610 Kepada Komisi V DPR RI
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama dengan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), ... selengkapnya
Sabtu, 17 Nopember 2018
Menhub Apresiasi Maskapai Yang Akan Segera Melayani Penerbangan Dari Jakarta Ke Bandara Samarinda
JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi adanya maskapai penerbangan yang akan segera beroperasi melayani penerbangan dari ... selengkapnya
Kamis, 9 Agustus 2018
PELAYANAN PENERBANGAN DI MALANG DAN BANYUWANGI TETAP BEROPERASI NORMAL PASCA GEMPA MALANG
Jakarta - Pasca gempa bumi berkekuatan 5,2 SR pada Rabu (08/08) siang yang mengguncang Barat Daya Kabupaten Malang Bandara Malang dan Banyuwangi ... selengkapnya