|   English
Informasi Terkini


Jum'at, 8 Juni 2018
PEMERINTAH INTENSIFKAN PENGAWASAN PENJUALAN TARIF PENERBANGAN DI PERIODE LEBARAN 2018
Jakarta - Maskapai tidak boleh menjual tarif penerbangan selama lebaran ini di atas tarif yang sudah ditetapkan di UU nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan dan Peraturan Menteri Perhubungan no. PM 14 tahun 2016 tentang tentang Mekanisme formulasi perhitungan dan penetapan tarif batas atas dan batas bawah penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri.

PM tersebut memuat antara lain formulasi tarip dan  besaran tarip jarak (basic fare) setiap rute domestik kelas ekonomi ditambah  pajak, asuransi, biaya pelayanan penumpang di bandara dan biaya tambahan (pilihan penumpang secara opsional). Besaran tarip yang dibayar juga berbeda menurut kategori pelayanan maskapai (full services; medium services dan no frill).  Peraturan Menteri Perhubungan tersebut tidak  mengatur tarif kelas bisnis dan yang lebih tinggi.

Jika maskapai melanggar ketentuan tersebut, sanksi yang akan dikenakan berjenjang mulai dari  peringatan, pengurangan frekuensi penerbangan, penundaan pemberian izin rute, denda administratif hingga pembekuan rute penerbangan.

"Saya sudah mengeluarkan Surat Edaran no. 4 tahun 2018 ini yang ditujukan pada 3 operator yaitu maskapai, pengelola bandara dan pengelola navigasi penerbangan. Untuk maskapai, saya nyatakan tidak boleh menjual tarif penerbangan di tiket melebihi aturan di PM 14 tahun 2016 itu," ujar Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso.

Namun demikian, lanjut Agus, maskapai masih bisa menjual layanan tambahan secara opsional yang tidak diatur dalam PM tersebut. Seperti misalnya bagasi tambahan, asuransi tambahan dan sebagainya.

Untuk melakukan pengawasan terkait tarif ini, Agus menyatakan sudah menyebar inspektur dari Direktorat Angkutan Udara dan Kantor Otoritas Bandar Udara di wilayahnya  masing-masing di seluruh Indonesia.

Selain itu, pengawasan juga dilakukan melalui agen tiket dan pengawasan secara online.

Agus menyatakan akan menindak tegas maskapai yang melanggar aturan terkait tarif ini sesuai aturan yang berlaku.

"Jadi kalau di media sosial itu beredar berita bahwa  Pemerintah tidak mengadakan pengawasan sehingga harga tiket melambung tinggi, itu tidak benar. Kami setiap tahun selalu melakukan pengawasan dan tahun ini, pengawasan kami fokuskan di 36 bandar udara," lanjut Agus.

Namun demikian, Agus juga meminta masyarakat untuk ikut serta sebagai pengawas. Kalau menemukan pelanggaran terkait tarif ini, penumpang bisa melaporkan ke posko lebaran yang ada di tiap bandar udara. Atau bisa juga langsung menghubungi kontak center Kementerian Perhubungan call center 151 atau bisa juga lewat sosial media twitter, instagram atau facebook di: @djpu151.

Hingga saat ini, Agus belum menerima khabar ada pelanggaran terkait tarif ini. Menurutnya, harga tiket yang dijual maskapai saat ini masih dalam batas koridor batas atas dan bahkan masih di bawahnya sedikit.

"Memang ada kenaikan harga tiket karena biasanya maskapai menjualnya di batas bawah dan sekarang menjualnya di batas atas. Namun setelah kami cek, tidak ada yang menjual di atas batas atas," ujarnya lagi.

Sementara itu Direktur Angkutan Udara Ditjen Hubud, Maria Kristi mengharapkan pengguna jasa angkutan udara hendaknya teliti sebelum membeli tiket secara online.

"Harus teliti, apakah yang dibeli itu direct flight (terbang langsung) atay indirect flight ( tidak langsung/ transit). Tiket indirect flight tentunya akan lebih mahal karena ada beberapa rute dan beberapa tarif," ujarnya. (HUMAS)
Informasi Lain
Kamis, 9 Agustus 2018
PELAYANAN PENERBANGAN DI MALANG DAN BANYUWANGI TETAP BEROPERASI NORMAL PASCA GEMPA MALANG
Jakarta - Pasca gempa bumi berkekuatan 5,2 SR pada Rabu (08/08) siang yang mengguncang Barat Daya Kabupaten Malang Bandara Malang dan Banyuwangi ... selengkapnya
Selasa, 7 Agustus 2018
CEGAH NARKOBA, DITJEN HUBUD SOSIALISASIKAN PERANG LAWAN NARKOBA PADA PERSONIL PENERBANGAN
Cengkareng - Dalam rangka pencegahan penyalahgunaan narkoba pada sektor penerbangan, Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara, M. ... selengkapnya
Minggu, 5 Agustus 2018
PENERBANGAN DI BALI DAN NTB TETAP NORMAL PASCA GEMPA DI LOMBOK UTARA
Jakarta - Pasca gempa di Lombok Utara berkekuatan Mag 7.0 SR pada hari ini pukul 19:46:35 WITA, sektor penerbangan di Bali dan Nusa Tenggara Barat ... selengkapnya