Informasi Terkini


Rabu, 17 Juli 2019
PASCA GEMPA OPERASIONAL DI BANDAR UDARA OESMAN SADIK LABUHA BERJALAN NORMAL
Jakarta (17/7/2019) – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, terus memantau kondisi Bandar Udara Oesman Sadik Labuha, pasca gempa yang terjadi selama dua hari di daerah di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti mengatakan, berdasarkan laporan dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Bandar Udara Oesman Sadik Labuha, gempa dirasakan sejak (16/7) kemarin, dan hinggga hari ini, (17/7) dengan durasi sebanyak tiga kali guncangan. “Pasca gempa, penerbangan  berjalan normal, di Bandara Oesman Sadik masih aman melayani penerbangan dari dan ke Labuha,” kata Polana di Jakarta. Kendati pelayanan penerbangan normal, Polana menambahkan, dampak terjadinya gempa berimbas pada adanya keretakan di beberapa dinding bangunan di kantor administrasi dan gedung terminal penumpang. Untuk itu, Polana meminta kepada stakeholder penerbangan diantaranya Unit Penyelenggara Bandar Udara, AirNav Indonesia,  maupun maskapai untuk tetap waspada baik terhadap gempa susulan maupun efek dari gempa, terutama terhadap bangunan serta sarana dan prasarana penerbangan. "Mengingat saat ini sering terjadi gempa, agar antisipasi dan disiagakan personel untuk monitor dan membantu apabila ada kejadian yang signifikan. Airport Emergency Plan agar dipahami dan lakukan mitigasi bila ada bencana serta koordinasi dengan pihak terkait," arahan Dirjen Perhuhungan Udara. Di lokasi, Kepala UPBU Bandara Oesman Sadik Labuha, Petrus Marina menjelaskan, keretakan yang terjadi di bangunan seperti kantor administrasi dan terminal belum membahayakan, namun jika gempa susulan terjadi maka dikhawatirkan akan menggangu operasional penerbangan dan membahayakan penumpang. “Pasca gempa kami melakukan pengecekan menyeluruh mulai dari sisi udara dan darat, akibat gempa hanya didapati beberapa keretakan di bangunan kantor admistrasi dan terminal bandara,” kata Petrus di Labuha. Petrus menambahkan, pasca gempa, operasional di Bandar Udara Oesman Sadik yang memiliki panjang landasan (runway) 1.650 meter x 30 meter masih berjalan normal yang dilayani maskapai Wings Air setiap hari dengan rute Labuhan, Ternate, Manado PP serta melayani pesawat carter untuk perusahaan tambang.
Informasi Lain
Rabu, 13 Nopember 2019
DITJEN HUBUD TINGKATKAN PENGAWASAN UNTUK MENJAMIN KEAMANAN BANDAR UDARA PASCA KEJADIAN BOM DI MEDAN
Jakarta – Kementerian Perhubungan, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan udara, meningkatkan pengawasan bandar udara di seluruh Indonesia. ... selengkapnya
Selasa, 12 Nopember 2019
BANDAR UDARA APT PRANOTO AKAN DITUTUP SEMENTARA, BERKENAAN DENGAN PEKERJAAN PENINGKATAN FASILITAS
Jakarta - Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto direncanakan akan dilakukan penutupan mulai tanggal 20 November hingga 15 Desember 2019. ... selengkapnya
Sabtu, 9 Nopember 2019
KEMENHUB MONITOR TERPENUHINYA UNSUR 3S dan 1C OLEH SRIWIJAYA AIR
Jakarta – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memonitor dan memastikan bahwa terpenuhinya aspek 3S+1C ( ... selengkapnya