DITJEN HUBUD BERKOLABORASI DENGAN BADAN SIBER DAN SANDI NEGARA (BSSN), TINGKATKAN KEAMANAN SIBER SEKTOR PENERBANGAN

Kembali ke Beranda | Indeks Berita

Jakarta - Di era digitalisasi yang terus berkembang, konektivitas dan ketergantungan pada teknologi informasi dan komunikasi menjadi kebutuhan pokok. Hal ini tentunya akan menimbulkan berbagai ancaman dan mendorong perlunya perlindungan terhadap keamanan siber. Menyikapi ancaman tersebut Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Direktorat Keamanan Penerbangan bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melaksanakan kegiatan Cyber Security Awareness Workshop di Gedung Sainath Tower, Jakarta, Selasa (5/11).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti menyampaikan bahwa keamanan dalam penerbangan sangat penting untuk menciptakan penerbangan yang Selamat, Aman dan Nyaman.

“Terciptanya penerbangan yang Selamat, Aman dan Nyaman merupakan tanggung jawab kita bersama, sehingga kerjasama dengan berbagai stakeholder, termasuk dengan BSSN itu sangat penting. Sehingga kami berharap dengan adanya kolaborasi ini, dapat terus meningkatkan kesadaran keamanan penerbangan,” tutur Polana.

Sementara itu, Direktur Keamanan Penerbangan, Dadun Kohar menyampaikan bahwa kegiatan Cyber Security Awareness Workshop sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terkait dengan keamanan siber dan dampaknya bagi penerbangan.

“Workshop Cyber Security Awareness ini memiliki tujuan meningkatkan pemahaman mengenai dasar keamanan siber dan implementasinya di dunia penerbangan, contoh-contoh ancaman, serangan dan insiden keamanan siber, dan pengelolaan risiko keamanan siber di dunia penerbangan serta meningkatkan kesadaran pengelolaan risiko keamanan siber penerbangan,” jelas Dadun.

BSSN yang diwakili oleh Direktur Identifikasi Kerentanan dan Penilaian Risiko Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional (Dit. IKPRIIKN), Hendrini mengatakan bahwa perlindungan keamanan siber merupakan amanah negara sehingga kerjasama dan kolaborasi antara BSSN dan Ditjen Hubud sangat diperlukan.

"Kerjasama ini bermanfaat untuk saling berbagi informasi, peningkatan kapasitas, kebijakan, risiko keamanan siber, penilaian keamanan siber, implementasi keamanan siber, serta monitoring dan evaluasi, sehingga tujuan akhirnya adalah keamanan penerbangan dapat terjamin,” jelas Hendrini.

Agenda Kegiatan

Selasa, 21 Januari 2020 - Kamis, 23 Januari 2020 Selasa, 14 Januari 2020 - Jumat, 07 Februari 2020 Senin, 25 Februari 2019 - Senin, 25 Februari 2019 Senin, 21 Januari 2019 - Senin, 28 Januari 2019

Web Counter

Online 4.768 hari, sejak 3 Januari 2007
Melayani total 128.415.918 request data

Sistem Pelaporan Sukarela (Voluntary Reporting System)
Kementerian Perhubungan (VRS)

Merupakan Sistem Database Keselamatan Penerbangan Nasional untuk mendukung Program Keselamatan Penerbangan Nasional / State Safety Programme (SSP) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.