KEMENTERIAN PERHUBUNGAN SELENGGARAKAN LAUNCHING "YEAR OF SECURITY CULTURE 2021"

Back to Home | Index

Jakarta (04/03/2021) - Dalam rangka melaksanakan "Year of Security Culture" yang dicanangkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO), Kementerian Perhubungan c.q. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyelenggarakan Launching "Year of Security Culture 2021" atau Tahun Budaya Keamanan secara virtual, hari ini (4/3).

 

Kegiatan Launching "Year Of Security Culture 2021" dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto, mewakili Menteri Perhubungan, diikuti dengan pemaparan materi oleh Direktur Keamanan Penerbangan, Elfi Amir, dan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Periode 2002-2005 selaku Pemerhati Penerbangan dan juga Ketua Umum Avia Lovers, Cucuk Suryo Suprojo.

 

Dalam sambutannya, Dirjen Novie Riyanto menyampaikan bahwa keamanan penerbangan adalah tanggung jawab semua orang, melingkupi di semua lini, dari level terendah hingga level tertinggi, sebagaimana slogan ICAO yaitu “Security is everyone’s responsibility”.

 

“Budaya keamanan penerbangan merupakan sekumpulan norma, kepercayaan, nilai, sikap, dan asumsi terkait keamanan penerbangan yang melekat dalam kegiatan operasional penerbangan, dan dicerminkan oleh tindakan dan perilaku semua orang dan personel yang terlibat dalam operasional penerbangan, sebagaimana slogan ICAO yaitu Security is everyone’s responsibility,” jelas Dirjen Novie Riyanto.

 

Melalui The 40th General Assembly pada Resolusi 40-11, merekomendasikan agar ICAO dapat mengembangkan sarana dan perangkat lanjut guna meningkatkan kesadaran keamanan dan budaya keamanan. Sehingga, pada tahun 2020 yang lalu ditetapkan sebagai Tahun Budaya Keamanan atau Year of Security Culture oleh ICAO. Selanjutnya, ICAO juga menyerukan kepada semua entitas penerbangan, bahwa tidak hanya mereka yang terlibat secara langsung di bidang keamanan penerbangan, namun juga kepada semua pihak terkait lainnya untuk mengidentifikasi dan menjalankan peran yang mereka mainkan dalam menghalangi, mendeteksi, dan mencegah tindakan melawan hukum.

 

“Tahun Budaya Keamanan Penerbangan juga memberikan kesempatan untuk mempromosikan keamanan penerbangan di semua aspek operasional penerbangan. Dengan demikian diharapkan dapat tercapai keseimbangan antara keamanan, keselamatan, fasilitasi dan pengalaman penumpang, yang sangat penting dalam mendukung kelangsungan bisnis penerbangan,” tambah Dirjen Novie Riyanto.

 

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga telah menyusun sejumlah program dan rencana tindak lanjut terkait dengan implementasi Year of Security Culture 2021, antara lain:

 

a. melakukan sosialisasi budaya keamanan penerbangan kepada seluruh pihak terkait terutama operator penerbangan dan pengguna jasa penerbangan;

b. menyelenggarakan kampanye budaya keamanan penerbangan kepada seluruh pihak terkait termasuk operator penerbangan dan pengguna jasa penerbangan;

c. memperkuat fungsi pengawasan;

d. meningkatkan penegakan hukum termasuk pengenaan sanksi terhadap tindakan-tindakan yang dapat mengancam keamanan penerbangan;

e. mempererat koordinasi dengan operator dan stakeholder terkait; dan

f. mempererat kerjasama dengan negara mitra, baik dalam kerangka ICAO, regional, maupun bilateral.

 

Untuk diketahui, kegiatan Launching Year of Security Culture 2021 diikuti oleh jajaran Direktur di lingkungan Ditjen Perhubungan Udara, jajaran Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara, jajaran Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara, jajaran Direksi Operator Bandar Udara di Indonesia, jajaran Direksi Maskapai Penerbangan Nasional, jajaran Direksi Perum Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia, Personel Avsec, serta perwakilan dari entitas dan stakeholder penerbangan di Indonesia. Adapun kegiatan dihadiri oleh lebih dari 1.200 orang secara virtual.

 

Direktur Keamanan Penerbangan, Elfi Amir, juga berharap agar semua dapat berkerja sama dengan baik untuk menjadikan tahun 2021 sebagai Tahun Budaya Keamanan Penerbangan dengan menjadikan keamanan penerbangan sebagai nilai inti bagi seluruh pimpinan, manajerial, karyawan dan pengguna jasa penerbangan. Sehingga hal tersebut mampu membantu mencegah ancaman dan risiko internal serta eksternal yang dapat mengakibatkan kematian dan korban jiwa serta kerusakan operasional, pengaruh terhadap reputasi atau finansial penerbangan.

 

“Kami mengapresiasi kepada seluruh jajaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, jajaran Direksi Stakeholder Penerbangan, dan seluruh Personel Avsec, yang turut serta dalam menyemangati Tahun Budaya Keamanan bagi penerbangan nasional. Diharapkan, seluruh entitas penerbangan dapat bekerjasama dalam menjaga penerbangan yang selamat, aman, dan sehat. Mari berkolaborasi dalam mewujudkan keamanan dalam penerbangan,” tutup Elfi Amir.

Web Counter

Online 5.221 days, Since 3 Jan 2007
Servicing 129.583.602 request data

Voluntary Reporting System
Kementerian Perhubungan (VRS)

Is a National Aviation Safety Database System to support the National Aviation Safety Program / State Safety Program (SSP) Directorate General of Civil Aviation, Ministry of Transportation, Republic of Indonesia.