|   English
Informasi Terkini


Jum'at, 2 Maret 2018
UNTUK MEMENUHI RASIO KECUKUPAN INSPEKTOR - OPERATOR DITJEN PHB UDARA MASIH PERLU TAMBAHAN 600 INSPEKTOR LAGI
(Jakarta , 02/ 03/ 2018) Sektor Penerbangan Nasional saat ini sedang berkembang dengan pesat. Jumlah penumpang setiap tahun meningkat rata-rata 11 persen sehingga pada tahun 2017 lalu jumlah total penumpang domestik dan internasional mencapai 130 juta penumpang. Peningkatan  jumlah penumpang ini juga diikuti oleh jumlah pesawat terbang yang dioperasikan maskapai penerbangan nasional yang jumlahnya saat mencapai 1300 -an pesawat. Sedangkan  jumlah bandara juga terus bertambah utamanya saat pemerintahan presiden Joko Widodo yang berhasil menggenjot pembangunan Bandar Udara dari pinggiran Indonesia hingga total saat ini hampir 300 bandara di seluruh Indonesia untuk memperlancar aksesibilitas wilayah Indonesia

Untuk menjaga dan mengembangkan performa keselamatan, keamanan dan bisnis pelayanan penerbangan tersebut, perlu dilakukan pengawasan baik surveilance dan oversight menyeluruh di delapan bidang diantaranya airworthiness (kelaikudaraan), lisensi kecakapan individu, organisasi, legislasi, operasi, navigasi, kebandarudaraan, keamanan, navigasi.

Untuk itu perlu juga dilakukan penambahan personil inspektor yang menangani berbagai bidang tersebut sehingga kualitas pengawasan terhadap seluruh operator bisa terjaga,  meningkat dan lebih maksimal.

Demikian diungkapkan oleh Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, Kamis sore dalam acara serah terima jabatan Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (KPPU)  dari Ir. Muzzafar Ismail kepada Capt. Avirianto, di kantor DKPPU Kompleks Bandara Soekarno Hatta Tangerang.

"Untuk menjaga performa penerbangan nasional yang sudah sangat bagus di tingkat internasional dari audit ICAO dan otoritas negara lain, kita memerlukan tambahan personil inspektor untuk 5 direktorat tersebut. Kami akan menjelaskan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk meminta tambahan 600 inspektor ini secara bertahap. Nantinya jumlah tersebut akan dibagi untuk 5 direktorat," ujar Agus Santoso.

Sementara itu untuk menjaga profesionalitas dan meminimalisir kejenuhan (fatique), Agus juga meminta kepada Direktur KPPU untuk melakukan rotasi inspektor yang menangani satu maskapai (Principal Operation Inspector / POI) ke maskapai lain.

"Rotasi itu diperlukan agar ada penyegaran dan kualitas  inspektor tetap terjaga dan menghindari fatique yang bisa menurunkan performanya. Selain itu juga untuk menghindari adanya salung ketergantungan dengan operator penerbangan mengingat inspektor juga berkaitan dengan hal permintaan perizinan operator ke regulator," lanjut Agus lagi.

Agus mengingatkan bahwa tugas inspektor adalah tugas yang mulia dan mempunyai dua manfaat, yaitu manfaat dunia dan akherat. Menurutnya, yang menilai kinerja inspektor adalah masyarakat Indonesia dan dunia penerbangan serta Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu seorang inspektor harus benar-benar bekerja secara profesional dan semaksimal mungkin.

AUDIT UNI EROPA
Dalam pesannya di acara tersebut, Agus juga mengingatkan bahwa sebentar lagi penerbangan Indonesia akan menjalani assesment dari Uni Eropa untuk membuka larangan terbang Indonesia di Eropa. Assesment akan dilakukan pada tanggal 12 -21 Maret 2018 oleh Tim Uni Eropa yang terdiri dari masing-masing 1 inspektor dari Belgia dan Rumania serta masing-masing  2 inspektor dari  Spanyol, Belanda dan Italia.

Tim Uni Eropa tersebut akan melakukan assesment dan peninjauan langsung kepada regulator dan operator yaitu maskapai penerbangan dan bandar udara. Maskapai yang akan diperiksa adalah Sriwijaya Air, Batik Air, Wings Air, Spirit Aviation Sentosa, Transnusa Aviation Mandiri dan Susi Air. Sedangkan bandara yang akan diperiksa adalah Bandara El Tari Kupang dan Bandara Nusawiru Pangandaran.

"Terkait assesment Uni Eropa tersebut, kami mengingatkan pada semua inspektor Ditjen Perhubungan Udara untuk bekerja dengan profesional dan memberikan bukti kinerja yang terbaik kepada tim dari Uni Eropa. Baik itu sebelum, saat dan sesudah proses assesment di lapangan. Buktikan bahwa penerbangan Indonesia sudah berada dalam jajaran elit penerbangan dunia. Buatlah masyarakat dan bangsa Indonesia bangga dengan kerja kita," pungkas Agus. (HUMAS)
Informasi Lain
Jum'at, 23 Nopember 2018
Menhub Beberkan Penanganan Kecelakaan Pesawat Lion Air PK-LQP JT610 Kepada Komisi V DPR RI
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama dengan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), ... selengkapnya
Sabtu, 17 Nopember 2018
Menhub Apresiasi Maskapai Yang Akan Segera Melayani Penerbangan Dari Jakarta Ke Bandara Samarinda
JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi adanya maskapai penerbangan yang akan segera beroperasi melayani penerbangan dari ... selengkapnya
Kamis, 9 Agustus 2018
PELAYANAN PENERBANGAN DI MALANG DAN BANYUWANGI TETAP BEROPERASI NORMAL PASCA GEMPA MALANG
Jakarta - Pasca gempa bumi berkekuatan 5,2 SR pada Rabu (08/08) siang yang mengguncang Barat Daya Kabupaten Malang Bandara Malang dan Banyuwangi ... selengkapnya